Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net

Naskah Film

MENEPUK DUKA

(SEBUAH CERITA YANG DIANGKAT DARI CERPEN
ANDI LESMANA)



PEKANBARU, 16 Mei 2009



LOKASI.............(Perkampungan di Pinggiran laut)
LOKASI PILIHAN : Rumah, pantai.


PEMAIN
1. Bujang
2. Zainal
3. Timah
4. Wak atan
5. Nelayan
6. Sejumlah masyarakat


PROPERTY :
KOPI
TEH
UBI REBUS
SAMPAN
PERALATAN MELAUT (DAYUNG, JARING, LUKAH, BAKUL)
JAM DINDING

SINOPSIS
SEBUAH MITOS KEHIDUPAN ORANG LAUT YANG TELAH LAHIR DAN MENJAMUR KE DALAM KEPERCAYAAN DIRI. KEPERCAYAAN YANG DIMANA JIKA DILANGGAR AKAN MENDATANGKAN MUSIBAH YANG BESAR BAGI DIRI DAN KELUARGANYA. APAKAH MITOS INI BENAR-BENAR ADA, ATAU MALAH HANYA SEBUAH HIASAN KEHIDUPAN YANG MELENGKAPI PERATURAN HIDUP ITU SENDIRI.


SCENE : 1
PROPERTY : KOPI, TEH, 2 PIRING UBI REBUS, SAMPAN, PERALATAN
MELAUT (DAYUNG, JARING, LUKAH, BAKUL)
PEMERAN : TIMAH, ZAINAL, BUJANG, WAK ATAN
LOKASI : RUMAH, PANTAI


DI DALAM RUMAH TERLIHAT TIMAH SEDANG MEMBERES-BERESKAN RUANGAN RUMAH SAMBIL MENYANYIKAN BAIT-BAIT LAGU LANCANG KUNING. ZAINAL DUDUK SAMBIL MERANGKAI (MEMPERBAIKI JALANYA) SAMBIL MINUM KOPI DAN SEDIKIT REBUS UBI DI ATAS MEJA.

TIMAH
“JADI JUGE BAPAK PERGI MELAUT PAGI NI?”
(SAMBIL TETAP MEMBERSIHKAN RUANGAN)

ZAINAL
“YE..!”

TERLIHAT BUJANG KELUAR DARI KAMARNYA, SETELAH MEMBERSIHKAN TEMPAT TIDURNYA.

TIMAH
“JANG..! BAPAK KAU NANTI PERGI MELAUT, CEPAT DIKAU MANDI, BANTU BAPAK KAU MENOLAK SAMPAN”

BUJANG
“YELAH MAK”
(DENGAN NADA SEDIKIT BERAT)
BUJANG LANSUNG MENUJU KEBELAKANG.

TIMAH
“APE BAPAK TETAP INGIN PEGI MELAUT? PADAHAL SEMINGGU INI HARI SEDANG TAK ELOK, DAN TIDAK MENENTU DATANGNYE”
(MELIHAT KE ZAINAL)

ZAINAL
“KALAU AKU TAK MELAUT MENANGKAP IKAN, NAK MAKAN APE KITE MAH?”
(KEMBALI MEMPERBAIKI JALANYA)


TIMAH
“SETIDAKNYE, JANGAN UNTUK HARI INI, HARI SEDANG TAK ELOK, TAKUT TERJADI APE-APE DENGAN BAPAK KETIKE DI TENGAH LAUT NANTI.”

ZAINAL
“BIARLAH MAH, AJAL DI TANGAN TUHAN! KALAUPUN TAK HARI NI, BESOK-BESOK KITE AKAN MATI JUGE..”

TIMAH HANYA TERDIAM, DIA MEMANG TIDAK BIDA MENGHALANGI KEINGINAN SUAMINYA.

SELESAI MANDI, DENGAN MUNGGUNAKAN PAKAIAN APA ADANYA, BUJANG LANSUNG SARAPAN REBUS UBI YANG ADA DI ATAS MEJA.

TIMAH
“CEPAT MAKAN, BAPAK DAH MAU PERGI TU.!!”

TERLIHAT ZAINAL MULAI BANGUN DARI TEMPAT DUDUKNYA, SIAP-SIAP UNTUK BERANGKAT.

BUJANG
“YELAH, NI DAH SIAP”
(MENYELESAIKAN MAKANNYA)

ZAINAL MENUJU KE BELAKANG UNTUK MENGAMBIL PERALATAN UNTUK MELAUT (DAYUNG, BAKUL, JARING). DAN LANSUNG TURUN LEWAT PINTU BELAKANG. SEDANGKAN BUJANG MENYUSUL BAPAKNYA LEWAT PINTU DEPAN. BUJANG MENGAMBIL DAYUNG PADA BAPAKNYA, DAN DIPIKUL MENGIKUTI BAPAK BERJALAN DARI BELAKANG.

DI TENGAH PERJALAN, TERLIHAT WAK ATAN BERSELISIHAN JALAN DENGAN KAMI.

WAK ATAN
“MELAUT JUGE NAL?”

ZAINAL
“YE WAK, TAPI MUNGKIN SEKEJAP JE. SEBELUM PETANG AKU DAH NAIK.”

WAK ATAN
“AKU TAK TURUN NAL! AKU TENGOK HARI TAK ELOK LAGI HARI NI, SEMINGGU NI OMBAK BESAR SELALU MEMBUAT SAMPAN AKU HAMPIR TELUNGKUP. TAPI KALAU DIKAU NAK KE LAUT JUGE, HATI-HATILAH YE..”

ZAINAL
“YELAH WAK, AKU TURUN DULU YE”

MEREKA KEMBALI MELANJUTKAN PERJALANAN MENUJU PANTAI. MENYELUSURI PANTAI HINGGA SAMPAI DI TEMPAT DI MANA ZAINAL MENAMBAT SAMPANNYA. ZAINAL DAN BUJANG MEMASUKKAN BARANG-BARANG DI DALAM SAMPAN. KEMUDIAN BUJANG MEMBANTU ZAINAL MENDORONG SAMPAN DARI PANTAI HINGGA SAMPAN MENYENTUH AIR. ZAINAL LANSUNG MALOMPAT DUDUK DI BELAKNG SAMPAN.

ZAINAL
“DAHLAH JANG, PEGILAH BALEK. BANTU MAK DIKAU TU DI UMAH, BAPAK NAK KE TENGAH NI.”

SAMBIL MEMCUCI KAKINYA, KEMUDIAN MENGAMBIL DAYUNG, MENUJU KE TENGAH LAUT, HINGGA HILANG DARI PANDANGAN BUJANG.

BUJANG PULANG DENGAN SEDIKIT BERLARI, KARENA HARI GERIMIS. SESAMPAINYA DI PINTU RUMAH, BUJANG KEMBALI MENATAP KE LAUT, TERLIHAT RAUT KEBIMBANGAN DI MUKANYA.

TIMAH DATANG DARI BELAKANG MENGEJUTKAN LAMUNAN BUJANG.

TIMAH
“JADI JUGE BAPAKMU MELAUT JANG?”

BUJANG
“JADI MAK.”

TIMAH LANSUNG KEMBALI KE BELAKANG MELANJUTKAN PEKERJAAN MEMASAKNYA.

HUJAN SEMAKIN DERAS, BUJANG DUDUK DAN BERBARING DI KURSI, WAJAHNYA MENGGAMBARKAN SESEORANG YANG SEDANG MEMIKIRKAN SESUATU. HINGGA BUJANG TERTIDUR.



SCENE : 2
PROPERTY : MAKAN SIANG, KURSI KAYU, SAMPAN, PERALATAN
MELAUT.
PEMERAN : BUJANG, TIMAH, NELAYAN
LOKASI : RUMAH, PANTAI

TIMAH MEMBANGUNKAN BUJANG. YANG TERTIDUR DI ATAS KURSI.
TIMAH
“JANG.. OO JANG..”

BUJANG TERKEJUT DAN LANSUNG TERBANGUN. SAMBIL MELIHAT KELUAR, TERKEJUT KARENA TAK SADAR TERTIDUR HINGGA SORE.

TIMAH
“PEGI MAKAN, KAU DARI SIANG TADI LAGI TAK MAKAN-MAKAN.”

BUJANG LANSUNG MENUJU TEMPAT MAKAN

TIMAH
“SIAP MAKAN LANSUNG KEPANTAI, TUNGGU BAPAKMU, MUNGKIN KEJAP LAGI DIE KE TEPI.”

BUJANG
“YELAH MAK.”

SELESAI MAKAN, BUJANG LANSUNG PERGI MENUJU PANTAI.
LAMA BUJANG MENUNGGU, MENGHILANGKAN KEJENUHANNYA MENUNGGU, BUJANG BERMAIN PASIR-PASIR DAN MENCARI KERANG-KERANG KERING DI PANTAI. TAK LAMA KEMUDIAN BUJANG MELIHAT SESEORANG MENEPI, TERLIHAT KECERIAAN DI MUKA BUJANG. TAPI SEMAKIN TERLIHAT SEMAKIN IA KENALI, BAHWA ITU BUKANLAH BAPAKNYA. SEDIKIT KEKECEWAAN TERLIHAT DI WAJAHNYA. BUJANG BERLARI MENGHAMPIRI NELAYAN ITU.

NELAYAN
“HA BUJANG.. BAPAK KAU NGAPE TAK MELAUT?”
SAMBIL MENGEMAS BARANG-BARANGNYA UNTUK DI BAWA PULANG.

BUJANG
“MELAUTNYE TUK, NI AKU NAK NUNGGU BAPAK AKU BALEK”

NELAYAN
“JAM BERAPE BAPAK KAU TURUN? TAK NAMPAK PUN”
BERJALAN MENINGGALKAN SAMPANNYA. BUJANG MENGIKUTI IA DARI BELAKANG.

BUJANG
“PAGI TADI TUK...JAM DELAPAN LAH.”

NELAYAN
“OO YELAH, ATUK TADI JAM ENAM PAGI TURUNNYE..”

BUJANG
“JADI ATUK TAK NAMPAK BAPAK AKU DI TENGAH?”

NELAYAN
“LAUT TU BESAR JANG.. MANELAH NAMPAK.”

BUJANG
“TUK... ATUK TAU TAK, TENTANG LANCANG KUNING.”

NELAYAN
“ADE APE?”

APARAT GADUNGAN
“LARANGAN MENYANYIKAN LAGU LANCANG KUNING DI KAMPUNG KITE DI TEPI LAUT NI..”

NELAYAN MASIH DIAM. DIRAUT WAJAHNYA MULAI MENANGGAPI PERTANYAAN SI BUJANG.

BUJANG
“MAK AKU TIAP PAGI NYANYIAK LAGU TU, SEBELUM BAPAK MELAUT...”

NELAYAN BERHENTI DAN MENATAP BUJANG DENGAN SERIUS. BUJANG PUN BERHENTI.


***


SCENE : 3
PROPERTY : JAM DINDING, KURSI KAYU DI RUANG KELUARGA
PEMERAN : BUJANG, TIMAH
LOKASI : RUMAH


SESAMPAINYA DI RUMAH, TERLIHAT TIMAH MENUNGGU BUJANG DI PINTU. BUJANG MENATAP MAMAKNYA DAN MENGGELENGKAN KEPALA, PERTANDA BAPAKNYA BELUM PULANG. TERLIHAT KEKECEWAAN DI WAJAH TIMAH. TIMAH LANSUNG DUDUK DI KURSI RUANG KELUARGA. BUJANG IKUT DUDUK DI SAMPNG TIMAH.

TIMAH
“BARU KALI INI BAPAKMU BALEK LAMBAT JANG, BIASENYE TAK PENAH SELAMBAT INI. MAK TAKUT TERJADI APE-APE DENGAN BAPAKMU.”

SUARA TIAMAH MEMECAH KESUNYIAN SENJA ITU.

BUJANG
“MUNGKIN KEJAP LAGI BALEK TU MAK.”

TIMAH
“TAPI MAK TAKUT NAK”
(MENUNDUK LESU)

SUASANA KEMBALI HENING

BUJANG
“MAK. APEKAH INI SUATU BALA YANG MELANDA KAMPUNG KITE? DAN APAKAH ADE KAITANNYE DENGAN NYANYIAN LANCANG KUNING YANG SELALU EMAK NYANYIKAN.”
(INGIN TAHU)

TIMAH TERMENUNG, SEPERTI MENCOBA MENGINGAT SESUATU.


TIMAH
“DULU.. SEWAKTU EMAK MASIH KECIL, LEGU LANCANG KUNING MEMANG TIDAK BOLEH DINYANYIKAN DI KAMPUNG KITE INI. TAPI SUNGGUH, EMAK SEDIKITPUN TIDAK PERCAYE DENGAN HAL-HAL SEMACAM ITU. KARENA BAGI EMAK, ITU HANYA LAGU, DAN UNTUK MENGHIBUR, BUKAN UNTUK MENDATANGKAN BALE..”


SUASANA KEMBALI HENING
LAMA MEREKA MENUNGGU, HINGGA JAM DI DINDING MENUNJUKKAN PUKUL 10.

TIMAH
“JANG. TIDURLAH DULU NAK! BIAR MAK MENUNGGU BAPAK MU”

BUJANG
“YELAH MAK.”
LANSUNG MENUJU KAMAR, DAN BERBARING SAMBIL MEMIKIRKAN SESUATU DENGAN SEDIKIT GELISAH.


SCENE : 4
PROPERTY : KOPI, REBUS UBI, LUKAH
PEMERAN : TIMAH, ZAINAL, BUJANG
LOKASI : RUMAH


SUASANA PAGI HARI, SEPERTI BIASA TIMAH MEMBERESKAN RUMAHNYA. HANYA DIAM TAK LAGI MENYANYIKAN LAGU LANCANG KUNING YANG BIASA IA NYANYIKAN. TIMAH MENUJU KEDAPUR DAN MEMBAWAKAN KOPI DAN REBUS UBI YANG DI LETAKKAN DI ATAS MEJA. BUJANG KELUAR DARI KAMARNYA, SEDIKIT HERAN MELIHAT KOPI DAN REBUS UBI YANG ADA DI MEJA.


BUJANG
“BAPAK DAH BALEK MAK?”
(INGIN TAHU)

DENGAN SEDIKIT SENYUM, IA LANSUNG MENUNJUK BAPAK DENGAN MULUTNYA YANG ADA DI BAWAH SEDANG MERANGKAI LUKAH.